difabel bantul

Khusyuknya Para Penyandang Disabilitas di Bantul Isi Kegiatan Ramadan

June 30, 2015
573 Views

SCI.OR.ID – Bulan ramadan menjadi bulan yang spesial bagi para penyandang disabilitas. Para penyandang disabilitas yang muslim tak ingin menyia-nyiakan bulan suci ramadan ini. Keterbatasan tak membuat mereka menyerah.

difabel-bantul-1

difabel-bantul-2

Ratusan penyandang disabilitas mengisi bulan ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan dengan khusyuk. Mereka selama ini menjalani pembinaan di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Pundong, Bantul, DIY.

Selama bulan ramadan, para penyandang disabilitas ini mengikuti kegiatan seperti salat tarawih, tadarus Al Quran, lomba keagaman, berbuka puasa bersama dan sahur bersama. Mereka mengaku benar-benar menjadi satu keluarga sebagai sesama penyandang disabilitas. Saat salat tarawih berjamaah, ada yang menggunakan kursi roda, kaca mata hitam (penyandang tuna netra). Namun hal itu tidak mengurangi kekhusyukannya.

Salah satu penyandang disabilitas, Devananda Khrismazoshinta (23) dengan menggunakan kursi rodanya, usai tarawih kemudian mengikuti tadarus Al Quran. Ia mengaku, sebagai penyandang difabel bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

“Karena di dunia sudah begini, nanti di akherat jangan kayak gini lagi. Harus tetap semangat dan beribadah apapun keadaanya,” kata Devananda di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Pundong, Bantul, DIY, Minggu (28/6/2015).

Penyandang disabilitas lainya, Roby Solahudin (27) mengatakan menjalani puasa bersama sesama difabel menjadi yang spesial karena ini pertama kali baginya. Di tempat tersebut ia mengaku dalam keluarga besar sebagai sesama difabel. Ia berpesan bagi difabel lain agar tidak patah semangat menatap masa depan.

“Dunia ini luas bukan hanya di sini saja, banyak yang merasakan sebagai difabel, jangan menyerah intinya,” kata Roby.

Pendamping BRTPD Pundong, Bantul, Fandi Fahrudin mengatakan setiap hari yang mengikuti salat tarawih mencapai 100an orang penyandang disabilitas. Mereka terdiri dari penyandang disabilitas tuna rungu, tuna daksa, tuna netra, dan tuna grahita putri. Salat tarawih digelar di aula karena mushola yang ada tidak muat untuk menampung jamaah. Untuk siang harinya, para penyandang disabilitas tetap menjalankan aktivitas untuk belajar berbagai keterampilan seperti komputer, menjahit, elektronika, pijat, dan lain-lain.

Sumber

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.